Logo SantriDigital

bulan haji

Khutbah Jumat
M
Masrur
7 Mei 2026 4 menit baca 2 views

أَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ و...

أَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Kita berada di ambang pintu bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah dan rahmat Allah, bulan Dzulhijjah. Bulan ini adalah salah satu dari bulan-bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, sebuah waktu di mana amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan pintu-pintu ampunan terbuka lebar bagi hamba-hamba-Nya yang tulus. Bagaimana hati ini tidak bergetar menyaksikan pesona bulan Dzulhijjah merayap mendekat? Ia adalah undangan ilahi untuk kita sekalian merenungkan kembali langkah-langkah kehidupan kita, untuk membersihkan hati dari segala noda, dan untuk menyemai benih-benih taqwa yang akan berbuah kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'anul Karim: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah itu sejak diciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu pada keempat bulan itu…" (QS. At-Taubah [9]: 36). Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari keempat bulan haram tersebut, sebuah momentum agung untuk mensyukuri nikmat Allah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Bulan Dzulhijjah mengingatkan kita pada puncak ibadah seorang Muslim, yaitu ibadah Haji. Ibadah yang unik, yang menuntut pengorbanan harta, tenaga, dan waktu, namun dijanjikan balasan surga yang tak terhingga. Di tanah suci Makkah Al-Mukarramah, jutaan jiwa dari berbagai penjuru dunia berkumpul, mengenakan pakaian ihram yang sederhana, menyatukan hati dalam satu panggilan: *Labbaikallahumma Labbaik*. Di sanalah, keangkuhan duniawi sirna, perbedaan ras dan warna kulit menghilang, tergantikan oleh rasa persaudaraan yang mendalam dan ketundukan total kepada Sang Pencipta. Bayangkanlah, seruan ketulusan itu, saat jutaan lidah sama-sama mengumandangkan: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ. "Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan seluruh kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu." Dalam momen itu, ruhani kita seakan diajak untuk kembali ke fitrah awal, terbebas dari beban dosa, bersiap menghadapi hari perhitungan di hadapan Allah SWT. Sebuah pengingat bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, dan kita semua kelak akan kembali menghadap-Nya dalam keadaan tak berdaya. Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ “Haji yang mabrur tiada balasan bagi pelakunya melainkan surga.” (HR. Bukhari & Muslim). Sungguh, betapa besar karunia bagi mereka yang diundang dan mampu menunaikan ibadah haji dengan ikhlas dan penuh penghayatan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Bagi kita yang belum diundang ke Baitullah saat ini, atau yang belum pernah merasakan aura spiritual haji, bulan Dzulhijjah tetap menjadi ladang amal yang subur. Hari-hari awal bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan tersendiri. Terutama, keutamaan hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari itu, umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji disunnahkan untuk berpuasa. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa, mengikis dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sungguh, sebuah investasi ruhani yang sangat berharga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ “Puasa pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) aku memohon kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim). Mari kita sambut hari Arafah ini dengan hati yang lapang dan tekad yang kuat, untuk membersihkan diri dari dosa dan berlumur pahala. Di samping itu, bulan Dzulhijjah juga identik dengan Hari Raya Idul Adha dan ibadah kurban. Kurban adalah wujud nyata dari kepatuhan dan kecintaan kita kepada Allah. Ia adalah simbol pengorbanan harta benda demi meraih ridha-Nya, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam dan putranya Ismail alaihissalam. Berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan meneladani keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan dalam menjalankan perintah Allah. Allah SWT berfirman: لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ "Daging dan darah hewan kurban itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah taqwa kamu. Demikianlah Allah telah menundukkannya untukmu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Hajj [22]: 37). Mari, hadirkan ketakwaan dalam setiap kurban kita, jadikan ia sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, dan menjadi sebab tersebarnya kebaikan serta kasih sayang di antara sesama. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Setiap detik yang berlalu adalah anugerah tak ternilai dari Allah SWT. Bulan Dzulhijjah adalah peringatan lembut dari-Nya, agar kita tidak tersesat dalam hiruk pikuk dunia. Ia adalah panggilan untuk introspeksi diri, untuk memperbaiki kualitas ibadah kita, dan untuk meningkatkan kepedulian sosial kita. Mari kita manfaatkan sisa usia kita ini dengan sebaik-baiknya, sebelum datangnya penyesalan yang tak berguna. Ingatlah, setiap nafas yang terhela adalah kesempatan untuk bertaubat, setiap detak jantung adalah kesempatan untuk berdzikir. Jangan sampai kita menjadi seperti orang yang rugi, yang menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Allah SWT berfirman dengan nada peringatan yang syahdu: وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ "Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah, dan Engkaulah pemberi rahmat Yang Paling Baik.’” (QS. Al-Mu’minun [23]: 118). Marilah kita memohon ampunan kepada Allah, memohon rahmat-Nya, dan menjadikan bulan yang mulia ini sebagai titik awal untuk menjadi hamba yang lebih bertaqwa, lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta lebih peduli terhadap sesama. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →